Quas molestias excepturi

Quas molestias excepturi

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Quas molestias excepturi
Impedit quo minus id

Impedit quo minus id

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Impedit quo minus id
Voluptates repudiandae kon

Voluptates repudiandae kon

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Voluptates repudiandae kon
Mauris euismod rhoncus tortor

Mauris euismod rhoncus tortor

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Mauris euismod rhoncus tortor

Senin, 27 Agustus 2012

Satu lagi, novel karya sastrawan Habiburrahman El Shirazy diangkat ke layar lebar. Masih bertemakan cinta dan agama, Cinta Suci Zahrana hadir memberikan hiburan yang segar menjelang lebaran. Mengisahkan seorang dosen bernama Dewi Zahrana, yang memiliki semangat tinggi dalam mengejar pendidikan sampai ia tidak begitu memikirkan pernikahan, yang sebenarnya sudah sangat dinanti oleh kedua orang tuanya.

Zahrana yang sudah memasuki usia kepala tiga berusaha membahagiakan orangtuanya dengan memutuskan segera menikah. Namun sayang, banyak calon suami yang menurutnya tidak cocok. Sampai akhirnya konflik dimulai ketika ia menolak lamaran salah satu atasan di kampus tempatnya mengajar. Perjuangan Zahrana dalam mencari cinta suci nya tidak mudah, ia melewati begitu banyak cobaan dalam pencariannya.

Film yang disutradarai oleh Chaerul Umam ini terkesan menurun kualitasnya dibanding film-film yang juga diangkat dari novel-novel Habiburrahman sebelumnya. Terlihat beberapa kali perpindahan scene yang agak kasar, kemudian juga ada beberapa dialog yang kurang baik diucapkan oleh pemeran utamanya. Belum lagi ada beberapa adegan yang sepertinya sengaja dibuat menjadi spoiler ending film ini. Bagi yang belum pernah membaca novelnya, saya rasa akan sangat mudah untuk menebak jalur cerita setelah klimaks.

Scoring music yang dibuat oleh Anto Hoed dan Melly Goeslaw ini menjadi nilai plus, dan dapat menutupi beberapa kelemahan dari film ini. Sulit dibayangkan jadinya film ini jika bukan mereka berdua yang mengaransemen musiknya. Seperti kekhasan yang dimiliki film-film yang diangkat dari novel Habiburrahman sebelumnya, film ini juga sarat nilai-nilai islami yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tidak begitu menggurui, tapi pesan dan nilai sosial yang disampaikan dapat dengan mudah diserap oleh penonton.
Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Rabu, 01 Agustus 2012



Dibuka dengan nomor instrumental 'My Love' Gary dan Gil masih mempertahankan lirik-lirik patah hati ala LeeSsang, yang bisa ditemukan di beberapa track berikutnya. Ciri khas LeeSsang lainnya adalah yang lebih suka menggunakan format full band sebagai musik pengiring mereka dibanding dengan drum sampling atau DJ. 'Hard To Humble' yang dijagokan sebagai single perdana mereka di album ini menghadirkan musik rock yang up beat dan memikat hati.

Kesan 'unplugged' semakin terasa di nomor 'Someday' yang memberikan porsi menyanyi lebih banyak untuk Gil bersama Yoon Do Hyun dibanding track lainnya, lagu featuring terbaik di album ini mungkin. Selain itu masih ada 'HOLA' dan 'Cassanova' yang membuktikan kejeniusan LeeSsang dalam musikalitas mereka.

Terhitung ada 6 artis hip-hop yang ikut berkreasi bersama LeeSsang di album ini. Sesuatu yang sudah dilakukan di album-album sebelumnya, hanya lebih banyak dalam jumlah artisnya, dan semakin mewarnai lagu-lagu mereka agar tidak terdengar monoton dengan pola chorus-rap-reffrain-rap-chorus yang masih digunakan sampai sekarang.

Rap Gary yang terdengar lebih rapi dan mengasyikkan, serta vokal Gil yang lebih variatif adalah salah satu nilai plus di album ini.
Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Jumat, 27 Juli 2012

Carly Rae Jepsen dan Owl City dalam 'Good Time'.
Baru-baru ini, musisi elektro pop Adam Young, dengan nama panggungnya Owl City, mengeluarkan video terbaru sekaligus single perdana dari album barunya The Midsummer Station. Masih mengusung musik pop elektronik yang ciamik, di lagu ini Adam juga mengajak seorang penyanyi wanita yang sedang banyak dibicarakan, Carly Rae Jepsen.

Carly ikut bernyanyi di beberapa bagian lagu 'Good Time' yang menjadi andalan di album terbarunya ini. Selain itu, Carly juga ikut tampil di video tersebut. Berbeda dengan video-video Owl City sebelumnya, kali ini Adam dan Carly tampil dengan konsep sebuah perjalanan liburan muda-mudi ke suatu tempat seperti campground di tengah hutan dan dekat dengan danau.

Banyak fans yang menanti video Owl City seperti ini, karena banyak sekali lirik yang ditulis Adam menceritakan tentang alam, hutan, laut, dan binatang-binatang seperti burung, dan masih banyak lagi. Owl City yang direncanakan akan menggelar konser keduanya di Jakarta dalam waktu dekat, akan merilis album terbarunya, 'The Midsummer Station' pada 21 Agustus 2012.

Owl City ft. Carly Rae Jepsen 'Good Time'
Diposting oleh Ahdiar Syaifan
Selasa, (24/7) bertempat di kediaman Ust. Mahfudz Abdurrahman, di Pondok Gede, Bekasi. Rombongan Garuda Keadilan yang diwakili oleh beberapa pengurus inti sudah hadir sejak pukul 4 sore. Dibuka dengan taushiyah oleh istri Ust. Mahfudz, yang akrab disapa Ummu Azmi, acara pun dimulai. "Acara jaulah Ramadhan ini memang sudah diagendakan jauh-jauh hari, untuk berbagi pengalaman juga," kata Safiq, ketua Garuda Keadilan.

Selain itu, hadir juga beberapa orang perwakilan dari Bekasi Islamic Youth Camp, atau yang biasa disingkat BeIUC. "Karena ini acaranya di Bekasi, kita juga mengundang teman-teman dari BeIUC untuk hadir juga, sekalian siltaurahim lah," sambung Mush'ab Abdurrahman, Humas Garuda Keadilan.

Ust. Mahfudz Abdurrahman saat taushiyah.

Setelah ifthor jama'i, giliran Ust. Mahfudz sharing pengalamannya tentang dakwah anak muda, semua antusias. Beliau juga bercerita bagaimana agar kita bisa tetap istiqomah di jalan dakwah yang kondisinya terus berubah-ubah, apalagi untuk anak muda. Beliau juga berpesan agar kita terus mengembangkan minat dan bakat kita untuk dijadikan modal dakwah kedepannya.

Selain silaturahim, rencananya selama Ramadhan ini Garuda Keadilan akan mengadakan beberapa kegiatan sosial, seperti kunjungan ke panti asuhan dan menggelar pentas seni kecil-kecilan bersama anak jalanan.(AS)
Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Senin, 09 Juli 2012

The Shapers
Bicara soal band punk, siapa yang tak kenal Sex Pistols? Pionir punk asal daratan Inggris Raya tersebut berhasil menyebarkan etika Do It Yourself sampai ke Amerika Utara pada masa itu. Hingga akhirnya segerombolan pemuda dari New York yang menamakan diri mereka The Ramones, menciptakan musik punk yang catchy dengan tiga kord, dan bertanggung jawab atas gelombang masif pop punk sejak 90an sampai saat ini.

Sejarah pop punk di daratan Eropa tidak sebaik di Amerika atau Kanada, band-band dari Eropa masih didonimasi oleh aliran seperti Metal, Doom, Grindcore, Rock, dan kebanyakan British Pop. Bisa dihitung beberapa band pop punk dari Eropa yang berhasil mencuri perhatian massa. Sebut saja The Apers, dari Belanda, sedikit geser ke Italia, ada The Manges, The Zatopeks, dari Serbia juga punya duta pop punk mereka, Six Pack, atau band yang sedang digilai banyak remaja perempuan dari UK, You Me At Six.

Dan kali ini, duta pop punk dari Eropa, lebih tepatnya Prancis, The Shapers, berkunjung ke Indonesia untuk kedua kalinya. Merepresentasikan semangat pop punk dari benua biru,  dengan jadwal tur yang lebih padat, dan drummer baru mereka yang berasal dari Tangerang. Perkenalan pertama saya dengan The Shapers terjadi pertengahan tahun lalu saat band saya dan mereka bermain dalam panggung yang sama di bilangan Kemang, Jakarta.

Saat itu Anthony (vokal/gitar), Nicholas (bas/vokal) dan Remy (drum), bermain sangat lincah saat mereka membawakan lagu 'Pelangi' versi Netral. Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, Anthony tetap menyanyikannya dengan semangat dan membuat beberapa penonton kaget dengan aksi yang dilakukan 3 bule Prancis ini.

Beberapa waktu lalu, saya kembali bertemu dengan The Shapers. Dengan senyum ramah, Anthony menghampiri saya di area backstage acara RadioShow TvOne, di Kuningan, Jakarta. "Sebentar, saya ingin beli sesuatu dulu", katanya sambil menutup retsleting hard case gitarnya, dan pergi berjalan. The Shapers baru saja turun panggung usai tampil di acara musik live tengah malam yang sedang digandrungi itu.
RadioShow, dan belasan panggung lainnya, mungkin tidak akan pernah terjadi bagi The Shapers tanpa seorang Bima, pemain drum band punk asal Tangerang, Rhetoric State. "Waktu ditawarin, gue cuma punya waktu 48 jam buat dengerin materi The Shapers, sebelum panggung pertama mereka. Dan itu cukup sulit, tapi syukurnya gue bisa ngikutin gaya main mereka.", kata Bima yang mengaku tidak bermasalah dengan bermain di dua band sekaligus. "Gue latihan kemarin bisa sekaligus dua band, dan nanti akhir Juni pun band gue dan The Shapers akan main di panggung yang sama".

Saat itu, salah satu grup rock asal Bali, Nymphea sedang tampil diatas pangggung. Beberapa groupies mencoba masuk dan mendekat ke ruangan yang disediakan untuk The Shapers. Entah merasa terganggu atau kenapa, Nicholas sang bassist memilih menjauh ke belakang sambil menelepon dan menyalakan rokoknya. "Lagi galau sama ceweknya kayanya dia," kata Bima santai saat ditanya kemana Nicholas.
Tak lama kemudian, Anthony pun datang, kali ini ia siap memulai perbincangan. Masih mengenakan kaos Superman Is Dead, Anthony mengaku sangat senang akhirnya bisa kembali ke Indonesia. "Indonesia adalah salah satu negara dengan scene punk rock yang hebat, jauh jika dibandingkan dengan negara kami. Dan setelah kami pulang tahun lalu, saya bilang, sial, saya harus kembali lagi ke negara ini suatu hari nanti. Dan akhirnya kami kembali lagi". Katanya sambil tersenyum.

Perihal ketidakhadiran Remy sang drummer dalam tur kali ini, menjadi pertanyaan buat mereka yang pernah melihat aksi The Shapers tahun lalu, dan Anthony menjelaskan, "Remy memutuskan mundur dari band pada November lalu, dia complicated. Terlalu galau dengan pacarnya. Dia lebih memilih meninggalkan band. Tapi memang, selama ini kami selalu latihan di rumahnya, dan pacarnya tampaknya tidak menyukai ini." sebuah jawaban yang tidak bisa dijawab oleh Bima saat ditanyakan hal yang sama sebelumnya. "Kami punya dua additional drummer di Prancis, tapi sayang tidak ada yang bisa ikut dengan kami kali ini,".

Anthony dan Nicholas memulai petualangan mereka di Indonesia dengan Bima, dimulai dari Barat Indonesia. Jika pada tahun lalu mereka memulainya dari Bali, lalu kemudian di Jakarta. Perkenalan dengan Jerinx, pemain drum Superman Is Dead di bar miliknya, membuat mereka memiliki channel dan link lebih banyak untuk bermain di Indonesia kali ini. "Jerinx sudah menunggu kami untuk bermain di bar nya bulan Juli nanti. Senang bisa kenal dengan salah satu artis punk rock seperti dia. Beberapa bulan lalu kami juga sempat bertemu dengan Mike Herrera,". "Apa kalian bermain dengan dia?", tanya saya penasaran. "Tidak, kami hanya bertemu setelah show MxPx di Barcelona."

Selain Indonesia, negara Asia lainnya yang menjadi tujuan tur mereka adalah China. The Shapers berhasil menarik banyak perhatian dengan musik pop punk yang mereka mainkan. Sandy Andarusman menyebut The Shapers memiliki pengaruh kental Green Day saat di interview di panggung RadioShow. "Kami senang bisa memainkan musik seperti ini dan diterima. Dan China sangat gila! Banyak band underground bagus disana, begitu juga dengan gigs nya. Beberapa fans di China ada yang mengenal kami dari Internet, mereka banyak minum, kemudian datang ke gigs, dan mereka benar-benar gila saat kami mulai main. "

Anthony mengatakan bahwa dia belum punya rencana lagi akan kemana tur band nya setelah ini. "Mungkin kami akan China lagi, atau ke negara Asia lainnya. Tapi yang pasti kami ingin menaklukan Amerika akhir tahun ini." katanya santai. "Saya juga berharap suatu saat scene pop punk di Prancis bisa lebih berkembang lagi. Karena saya sangat mencintai itu." Baik, satu kalimat terakhir untuk penggemar kalian di Indonesia? "We love you guys, kami cinta kalian. Dan gokil!"

Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Selasa, 01 Mei 2012

Apa jadinya jika kisah cinta pertama di masa muda kembali terulang di masa yang akan datang dengan orang yang sama yang dicintai? Penuh cerita yang rumit pastinya. Itulah benang merah cerita yang ada dalam drama terbaru di stasiun TV di Korea, KBS2. Diceritakan pada tahun 70-an awal, tokoh utama Seo In Ha, seorang mahasiswa seni yang diperankan oleh Jang Geun Suk jatuh cinta kepada seorang mahasiswi bernama Kim Yoon Hee yang diperankan SNSD Yoona.

Kisah cinta In Ha dan Yoon Hee pada tahun 70-an tidak berlangsung mulus begitu saja, ternyata ada juga orang selain In Ha yang juga menyukai Yoon Hee, yakni Lee Dong Wook. Cinta segitiga pun terjadi dan digambarkan dengan sederhana khas pergaulan remaja Korea Selatan sekitar tahun 1970-an.

Pergolakkan batin terjadi di antara In Ha, Yoon Hee, dan Dong Wook. Sampai akhirnya In Ha memutuskan untuk pergi ke kamp wajib militer, dan Yoon Hee pergi ke Amerika bersama neneknya untuk mendapatkan pengobatan bagi dirinya yang mengidap Tuberculosis. Sejak itu, mereka pun tidak pernah bertemu lagi.

Dan akhirnya drama ini meneruskan kisah mereka di tahun 2012 ini, diawali dengan bertemunya Seo Joon, putra dari In Ha, dan Ha Na, putri dari Yoon Hee yang ternyata juga saling jatuh cinta. Setelah sekian lama tak bertemu, In Ha dan Yoon Hee pun kembali bertemu.


Kisah Seo Joon dan Ha Na pun tak kalah menarik dari kisah orang tua mereka di masa lalu, hanya bedanya kini mereka berada di zaman yang sudah modern. Drama yang di sutradarai oleh Yoon Suk Ho yang juga sutradara dari drama fenomenal 'Winter Sonata' ini rencananya akan tayang selama 20 episode sampai akhir Mei nanti.
Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Kamis, 26 April 2012

"Wah, akhirnya datang juga!" Sapa seorang pemuda berpostur gemuk kepada saya di depan terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Rabu (27/3) pagi. Pemuda itu bernama Yusuf, salah seorang anggota tim formatur Garuda Keadilan yang juga menjadi koordinator keberangkatan mereka ke arena Mukernas PKS 2012 di Medan, Sumatera Utara. Disebelahnya, tampak duduk seorang pemuda lainnya yang asyik berkutik dengan komputer jinjing di pangkuannya. Zia namanya, salah seorang formatur yang berasal dari Jogjakarta. Zia sedang sibuk mengedit dan mixing lagu mars Garuda Keadilan. Tak lama kemudian Usaid, sang penyanyi dalam lagu tersebut datang dan langsung meminta salinan lagu itu yang sudah selesai di mixing dan langsung menyebarkannya ke tim formatur yang lain via Bluetooth.

Itulah sedikit gambaran kesibukkan para anggota tim formatur Garuda Keadilan yang akan meresmikan organisasi mereka pada malam harinya di Medan nanti. Ke-16 formatur tersebut sampai di bandara Polonia, Medan sekitar jam 11 siang, menyusul beberapa tim formatur lainnya yang sudah berangkat beberapa hari sebelumnya. Mereka disambut ratusan kawat berduri milik aparat Pemprov Sumut yang beberapa hari sebelumnya digunakan untuk mengamankan ribuan pengunjuk rasa yang menolak kenaikkan harga BBM di jalan masuk menuju bandara. "Sebelum menuju hotel, kita akan berkeliling kota Medan sekitar setengah jam. Dan memang cuaca kota Medan sedang sangat panas akhir-akhir ini." kata pemandu kami di dalam bus. Didalam perjalanan itu juga, para formatur mulai menyiapkan skenario untuk launching nanti malam.

Garuda Keadilan di Bandara Soekarno Hatta.

Para formatur ini adalah peserta dari LDK Tunas Muda PKS yang diadakan dua pekan sebelumnya di Cibubur, Jakarta. Mereka sendiri mayoritas adalah para putra-putri petinggi partai Islam terbesar di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera. Partai berlandaskan tarbiyah yang memulai kontribusinya di pentas politik tanah air dengan menggunakan nama Partai Keadilan terlebih dulu pada Pemilu 1999. Di dua pemilu berikutnya mereka mengubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera dan jumlah kursi mereka di parlemen terus meningkat. Partai yang memiliki kader akar rumput yang kuat dari sistem tarbiyah yang mereka terapkan ini, ternyata juga sudah mulai menerapkan tarbiyah itu kepada anak-anak kader mereka. Anak-anak kader mereka yang sudah diajak ikut halaqoh, aksi, oleh orang tua mereka sejak kecil, bahkan saat mereka masih dalam kandungan. Kini, anak-anak kader itu sudah tumbuh dewasa, mereka berasal dari seluruh pelosok nusantara. Sebelumnya sudah berkumpul di Jakarta, dan malam ini sebagian dari mereka akan mengukuhkan ikrar mereka sebagai penerus perjuangan Abi Ummi mereka.

  Briefing singkat di salah satu kamar di hotel.

Rombongan pun check-in ke hotel sekitar jam setengah satu siang. 'Oi, nyampe juga akhirnya di Medan!" sapa seorang tinggi besar kepada semua rombongan di lobi hotel sambil menyalami mereka satu per satu. Safiq Fadlurrahman, mempunyai sosok kepemimpinan yang kuat, jiwa humoris yang cukup tinggi, ramah dan familiar bagi anggota Garuda Keadilan lainnya. Safiq yang telah dipilih secara aklamasi oleh anggota lainnya untuk memimpin Garuda Keadilan telah sampai di Medan beberapa hari lalu, dan kini menyambut teman-temannya dan bersiap untuk merancang teknis acara pada malam harinya. "Oke semuanya, setelah beres-beres barang di kamar langsung ke ruangan itu ya, kita ada briefing sebentar buat launching nanti malam". Komando Safiq sambil menunjuk ke sebuah kamar. 15 menit kemudian semua anggota didampingi Pak Jatmiko, yang menjadi pendamping mereka selama persiapan launching ini, sudah berkumpul di kamar yang ternyata adalah kamar salah satu formatur, Fauqi.

Entah karena memang tidak lapar atau terlalu bersemangat, agenda makan siang hampir tidak ada siang itu. Yang ada setelah briefing singkat di kamar Fauqi siang itu, semua peserta kembali ke kamar masing-masing dan langsung mengganti pakaian mereka dengan dresscode yang sudah direncanakan sebelumnya. Tak lama kemudian, rombongan Garuda Keadilan keluar hotel dan langsung menuju Medan International Convention Centre yang dapat ditempuh dengan jalan kaki 5 menit dari hotel mereka. Di zebra cross saat menyebrang jalan, semua mata pengendara kendaraan bermotor yang berhenti di belakang garis pada saat itu langsung tertuju pada segerombolan pemuda-pemudi bersahaja dengan setelan seragam kemeja putih dan celana jins biru untuk yang laki-laki, dan jilbab putih, gamis putih dan rok jins biru untuk yang perempuan. Pemandangan yang menarik sore itu.

 Jamuan makan malam di Rumah Dinas Plt. Gubsu

Sesampainya di MICC, rombongan melihat-lihat sebentar panggung yang akan mereka taklukkan nanti malam. Tidak lama, karena masih digunakan untuk sidang lanjutan Mukernas PKS 2012. Asumsi saya kalau mereka tidak lapar pada siang itu ternyata salah, seperti Usaid yang cukup mengambil banyak snack pada saat coffee break. "Wah.. tenang-tenang.. pada kelaparan gini kayanya, santai, abis ini kita bakal ditraktir sama Pak Gubernur di rumahnya", sambung Pak Jatmiko saat melihat tingkah anggota Garuda Keadilan. Tak berapa lama, bus jemputan rombongan datang dan langsung mengantar kami ke rumah dinas Plt. Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera. Entah bagaimana, tapi agenda sowan ke rumah Gubernur belum diberitahu sebelumnya.

Cuaca kota Medan sore itu sangat berbeda 180 derajat dibanding saat kita sampai di bandara siang sebelumnya. Sore itu gerimis cukup deras, lampu-lampu penerangan dan lampu-lampu hias di pusat kota Medan tampak mulai dinyalakan karena awan yang juga sudah mulai tampak gelap, padahal baru jam 5 sore saat itu. Diskusi persiapan launching masih terus dibincangkan selama perjalanan ke rumah dinas Gubernur oleh anggota formatur Garuda Keadilan sore itu di dalam bus. Sesampainya di rumah dinas Gubernur, rombongan Garuda Keadilan disambut oleh beberapa anak kader PKS kota Medan yang nantinya juga akan menjadi bagian dari Garuda Keadilan. Di rumah dinas dengan arsitektur bergaya Belanda kuno itu rombongan langsung dipersilahkan menuju ruang makan. Tampak di ruangan sebelahnya yang hanya dibatasi pintu-pintu panjang berkaca, Plt. Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho sedang menerima kunjungan rombongan lain, terlihat seperti beberapa pimpinan ormas setempat. "Ayo silahkan langsung dinikmati hidangannya, Pak Gubernur biar menyusul nanti", kata seorang protokol rumah dinas. Tak perlu berlama-lama, rombongan langsung menyantap hidangan makan malam yang sudah disiapkan. Hadir juga sore itu Ust. Taufik Ridho, ketua GM Pro PKS yang juga personil grup nasyid Shoutul Harokah.

 Safiq, Ketua Garuda Keadilan, di depan MICC

Setelah selesai makan malam, Plt. Gubernur Pak Gatot langsung membuka sambutannya. Hampir selitar 15 menit beliau memberikan motivasi untuk para formatur Garuda Keadilan. Selesai acara silaturahmi dengan Plt. Gubernur Sumut, rombongan langsung kembali menuju MICC Santika untuk gladi resik dan persiapan lainnya. Walaupun hujan deras mengguyur kota Medan malam itu, tidak membuat semangat para putra-putri Garuda Keadilan ini tampak lelah, yang ada malah sebaliknya, tensi tinggi, tegang, dan bersemangat terasa di dalam bus dalam perjalanan malam itu. Di panggung utama, musik hip hop sedang dimainkan, tampak rapper asal Bandung yang juga kader PKS, Ebith Beat A, sedang melakukan gladi resik dengan salah seorang putra Almh. Yoyoh Yusroh yang akan tampil bersama. "Ayo kita mulai gladi resik nya! Kita latihan terkahir disini!", seru pak Jatmiko yang disambut tegang oleh tim formatur. Memang, panggung besar di dalam MICC malam itu terlihat sangat megah. Meluncurkan sekaligus memperkenalkan sebuah organisasi anak kader dihadapan petinggi-petinggi partai terbesar keempat di Indonesia dan ribuan kadernya bukanlah perkara mudah. Mereka butuh persiapan yang sangat matang, walaupun terbilang cukup cepat (hanya dua minggu), tapi mereka akan membuktikannya malam ini.

Di pintu masuk menuju hall MICC, ribuan kader PKS bersiap untuk menghadiri acara puncak Mukernas PKS 2102. Dan tak jauh dari situ, dipojok lebih tepatnya, formatur Garuda Keadilan terlihat sedang mengulang-ulang gerakkan formasi dan susunan anggota tim saat akan naik ke panggung nanti. Pak Jatmiko yang memimpin gladi resik malam itu terus menyemangati mereka, beberapa kali dengan nada tegas dan itu cukup menghentikan tawa canda beberapa anggota. Tidak cuma kehadiran Plt. Gubernur Sumut ke MICC yang menarik perhatian para kader PKS malam itu, tapi juga gerombolan putih-putih Garuda Keadilan yang sedang gladi resik. Di rundown, Garuda Keadilan berada di urutan ke 5 yang akan naik ke atas panggung, tepat setelah operet anak kader tampil.

 Beberapa saat sebelum tampil di panggung.

Wacana menyanyikan lagu mars Garuda Keadilan dengan diiringi gitar memang sudah ada sejak siang tadi, tapi siapa yang akan memainkannya belum pasti. Penulis pun ditunjuk untuk bermain gitar mengiringi mereka. Kursus kilat dengan Usaid sang pencipta lagu pun terjadi di belakang panggung, benar-benar di belakang panggung dan agak keluar ruangan dekat tempat loading barang operasional hotel. Di belakang panggung itu, suasana di antara formatur lebih tenang lagi, tidak seperti beberapa saat sebelumnya. Akhirnya saat yang dinanti-nanti pun tiba, lampu ruangan dan panggung utama diredupkan. Dua layar besar di kanan kiri panggung pun menyala, sebuah film hitam putih yang menggambarkan kehidupan remaja saat ini diputar. Film tersebut adalah hasil karya sang ketua, Safiq, yang penulis sempat mengikuti proses syuting dan editingnya di Bekasi, sampai akhirnya benar-benar selesai dan diedit terakhir di kamar hotelnya beberapa jam sebelumnya. Di akhir film berdurasi sekitar 3 menit itu, logo Garuda Keadilan dengan warna dominan merah dan hitam hasil karya Zia, muncul diiringi tepuk tangan ribuan kader PKS malam itu.



Berikutnya, satu per satu formatur Garuda Keadilan naik ke atas panggung dari sisi kanan dan kiri panggung. Setelah semua naik ke atas panggung, Mush'ab, memimpin ikrar Garuda Keadilan. Ada sedikit perubahan, karena di skenario awal bukan Mush'ab yang memimpin. Serempak formatur Garuda Keadilan membacakan ikrar mereka yang disaksikan khidmat oleh para peserta Mukernas. Kemudian, sebelum menyanyikan mars Garuda Keadilan, formatur terlebih dulu menyanyikan mars PKS. Wajah-wajah tegas siap melanjutkan perjuangan dakwah orang tua mereka terlihat pada masing-masing anggota formatur Garuda Keadilan, tanpa keraguan sedikitpun. Sampai di bagian reff mars PKS, sontak para hadirin dan tamu undangan berdiri melakukan standing ovation dan ikut bernyanyi bersama.



Garuda Keadilan On Stage

Pada akhirnya, tiba lah saatnya penulis ikut naik ke atas panggung untuk mengiringi mereka menyanyikan lagu mars Garuda Keadilan. Tidak terlalu memuaskan, tapi cukup membantu. Kemudian tiba lah saat-saat puncak peresmian Garuda Keadilan. Musik pengiring di panggung membuat bulu kuduk merinding, melihat semangat wajah-wajah penerus dakwah tarbiyah ini diatas panggung. Ust. Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS yang langsung meresmikan secara simbolis. Jaket semi jas berwarna hitam mengkilap itu pun dipakaikan kepada Safiq Fadlurrahman sang ketua oleh Ust. Luthfi. Musik pengiring semaikn cepat dan akan mencapai klimaksnya. Gema Takbir tak berhenti bersahutan dari arah para peserta Mukernas. Di layar raksasa terlihat seorang perempuan paruh baya berjilbab menangis haru, menitikkan air mata untuk penerus gelombang dakwah mereka. Ust. Luthfi dan Safiq mengangkat tangannya dan berpegangan erat, lampu spotlight masih mengarah ke mereka. Musik pengiring sampai ke puncaknya. Gema takbir masih bersahutan. Para formatur membalas takbir itu dengan tegas, seolah -olah mereka berkata, "Kami siap meneruskan perjuangan dakwah ini!'. Sejujurnya, pada saat itu tidak ada lagi pemandangan yang lebih indah. Tarbiyah, dakwah, dan ukhuwah seperti menemukan jalannya sendiri ke dalam sanubari. Sangat membanggakan..
Diposting oleh Ahdiar Syaifan