Quas molestias excepturi

Quas molestias excepturi

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Quas molestias excepturi
Impedit quo minus id

Impedit quo minus id

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Impedit quo minus id
Voluptates repudiandae kon

Voluptates repudiandae kon

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Voluptates repudiandae kon
Mauris euismod rhoncus tortor

Mauris euismod rhoncus tortor

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum...

Mauris euismod rhoncus tortor

Rabu, 26 Desember 2012


Ibu Netty Heryawan di Silaturahim Garuda Keadilan Jawa Barat

“Bang, acara Garuda Keadilan di Bandung hari ini dari jam 8 pagi, jalan sendiri ya bang,” Begitu kira-kira isi pesan singkat Bu Yuli, Pembina Bekasi Islamic Youth Camp kepada saya sekitar jam setengah enam pagi, Selasa 25 Desember 2012 kemarin. Saya yang ditugaskan untuk berangkat langsung siap-siap pergi ke tempat travel terdekat. Mendadak memang, beberapa teman yang diundang juga mengaku baru mendapatkan kepastian acara, malam sebelumnya.

Selain saya, ada Arina dan Hanani, dua teman akhwat yang juga berasal dari Bekasi. Sampai di DPW PKS Jawa Barat  sekitar jam setengah sepuluh pagi. Sudah ada Ust. Tate Qomarudin yang sedang memberikan sambutan. Informasi yang saya terima mengenai acara ini hanya sebatas silaturahim pengurus Garuda Keadilan dari seluruh 26 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat.

Menjelang siang, ada materi yang sangat menarik yang dibawakan oleh Pak Arif Munandar, seorang trainer dan juga dosen di Universitas Indonesia. Beliau cerita panjang lebar, berbagi tips dan diskusi impresif nan interaktif dengan topik yang kami kenal dengan baik, pemuda. Bicara soal kepemudaan memang tidak ada habisnya. Mereka yang sudah berusia 40-an keatas pun masih ada yang menganggap dirinya adalah pemuda.

Di sesi kedua, giliran dua mahasiswa dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran yang mengambil alih mikropon untuk berdiskusi dengan tema dakwah, pemuda, dan social movement. Mereka bukan sembarang mahasiswa. Adalah Valdo Maldini, ketua BEM UI dan M. Tandri dari BEM Unpad sekaligus ketua BEM Seluruh Indonesia. Suasana diskusi siang itu terlihat lebih cair dan santai, mungkin karena jarak umur yang tidak jauh dengan peserta yang rata-rata juga mahasiswa. 


Atmosfer diskusi dan sharing semakin seru ketika istri Gubernur Jawa Barat, Ibu Netty Heryawan menyempatkan diri datang dan memberi sedikit wejangan. "Kami adalah pohon-pohon dan tembok gerakan dakwah ini. Dan kalian adalah buah-buah dan batu bata berikutnya yang akan melanjutkan semangat juang ini," kata beliau menyemangati. Dipastikan teriakan takbir dan tepuk tangan riuh memenuhi seisi aula sore itu.

Terlanjur semangat berdiskusi untuk menentukan gerakan sosial apa yang akan jadi pilot project pertama Garuda Keadilan Jawa Barat, acara terus berlangsung sampai magrib. Bang Yasir Mukhtar, mahasiswa komunikasi dari Universitas Indonesia yang jadi moderator sore itu terpaksa memperpanjang waktu diskusi setelah solat magrib. Akhirnya, sekitar jam 9 malam, acara selesai dengan disepakatinya ‘Gerakan 1000 Jilbab untuk Jawa Barat’ yang terpilih sebagai pilot project pertama Garuda Keadilan Jabar.

Semua yang hadir kemarin saya rasa puas dengan materi dan diskusi yang disampaikan. Bagaimana tidak, saya sendiri merasa tertohok setelah mengingat bahwa isi acara yang disampaikan kemarin, sebenarnya adalah versi lain dari ’10 Kriteria Da’I Tangguh’ yang biasa diulang di halaqoh pekanan.

Terima kasih Jawa Barat, terima kasih teman-teman!


Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Selasa, 18 Desember 2012


Owl City Live in Jakarta.

Rabu, 14 November 2012 lalu, suasana Tennis Indoor Senayan sekitar jam 5 sore mulai riuh rendah dipenuhi oleh ratusan remaja ABG. Adalah Owl City, sebuah proyek musik pop elektronik mahakarya Adam Young yang menjadi magnet bagi para remaja itu.

Tak seperti pada kunjungannya yang pertama tahun lalu, di konser Owl City kali ini penonton yang datang terlihat lebih sedikit, baik di kelas  tribun maupun festival.  Dimulai sekitar pukul 8 malam, konser bertajuk The Midsummer Station World Tour ini dibuka dengan beberapa nomor instrumental sampai akhirnya “The Yacht Club” resmi dimainkan.

Kebanyakan penonton yang memang penggemar lama Owl City ini ikut ber-sing along di beberapa nomor awal yang di ambil dari album “Of June” dan “Maybe I’m Dreaming”. Lalu kemudian “Dementia” yang berkolaborasi bersama Mark Hoppus di album terbaru dibawakan sebagai penanda lagu-lagu baru lainnya yang akan dibawakan juga seperti “Shooting Star”, dan “Silhouette”.

Kejenuhan hampir saja terjadi jika lagu “Fireflies” tidak langsung  dibawakan ditengah-tengah pertunjukan malam itu. Kurang komunikatifnya Adam salah satu faktornya. Breanne Duren, si kibordis cantik itu juga berkasi biasa-biasa saja, tak seperti tahun lalu yang mengharuskan dia bernyanyi beberapa nomor solonya dengan iringan musik yang lebih kuat.

Hampir 20 lagu dibawakan Owl City dengan vokal apik malam itu, sayang tidak bisa melihat Adam bermain synthesizer-nya dengan lincah seperti tahun lalu.  Konser sederhana ini pun berakhir ketika encore “Good Time”, lagu yang dinyanyikan Adam bersama Carly Rae Jepsen itu dimainkan. Breanne pun menggantikan posisi Carly dengan baik.

Walaupun tidak begitu mengesankan, we such really had a good time!
Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Selasa, 11 Desember 2012




Beberapa hari yang lalu, saya mencoba berkicau di akun twitter pribadi saya tentang Pemilukada Kota Bekasi yang akan segera dilangsungkan pada 16 Desember mendatang. Tanda pagar #PemilukadaBekasi pun saya gunakan menjadi topik kicauan. Pertama-tama, saya menyinggung soal sedikitnya tim sukses masing-masing calon walikota yang menggunakan social media dalam kampanye mereka.

Berkaca pada pemilihan gubernur DKI Jakarta bulan Juli lalu, peran social media ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap calon pemilih. Namun di Bekasi, terhitung dari 5 calon walikota yang maju pada Pemilukada tahun ini, hanya 2 calon yang memiliki akun twitter maupun laman facebook. Begitu juga dengan akun pribadi si calon walikota.

Saya pun lanjut berkicau mengenalkan satu persatu calon walikota dan wakil walikota. Respon yang saya terima cukup banyak, retweet pun bermunculan. Lalu saya mencoba survey secara acak dengan mengganti lokasi trending topic menjadi Bekasi. Ternyata masih sedikit masyarakat Bekasi yang menggunakan twitter yang proaktif soal Pemilukada Bekasi. Jangankan mengenali calon walikota, tanggal pemilihan saja masih banyak yang tidak tahu.

***

Shalih Mangara - Anwar Anshori
Ya, setelah menggunakan metode kampanye ‘kandidat calon walikota’ oleh masing-masing partai politik, akhirnya keluarlah 5 pasangan calon walikota dan wakil walikota Bekasi untuk periode 2013-2018. Adalah pasangan Shalih Mangara dan Anwar Anshori di nomor urut 1 yang berhasil mengumpulkan ribuan KTP masyarakat Bekasi sebagai syarat maju di Pemilukada tahun ini lewat jalur independen. Citra islami ditonjolkan oleh calon yang berlatar belakang ustadz ini untuk menarik calon pemilih. Terlihat sulit memang, apalagi untuk bisa menang satu putaran bagi pasangan independen dengan nama beken SALAM ini, kita lihat saja nanti.

SM2 - Anim Imanudin
Lalu di nomor urut 2, Sumiyati Mochtar Mohammad berpasangan dengan Anim Imanudin. Seperti yang kita tahu, ketidakharmonisan hubungan walikota dan wakil walikota periode sebelumnya membuat PDI-P maju sendiri di ajang 5 tahunan ini. Mengusung nama besar sang suami, Sumiyati mencoba peruntungan untuk kembali menguasai Bekasi bersama PDI-P. Tantangan tak kalah besar dihadapi pasangan ini. Maklum, wajah Bekasi benar-benar tercoreng saat Mochtar Mohammad, walikota sebelumnya ditangkap KPK akibat ulahnya dalam penyalahgunaan APBD 2010 dan penyuapan terhadap tim penilai piala Adipura. Kepercayaan masyarakat pun menurun drastis terhadap PDI-P. Kans memenangi Pemilihan pun terasa sangat kecil.

Dadang Mulyadi - Lucky Hakim
Wajah baru lainnya terlihat di pasangan nomor urut 3. Adalah Dadang Mulyadi dan pesinetron Lukman (Lucky) Hakim. Diusung oleh PPP, PAN dan Gerindra, pasangan ini muncul dengan konsep segar dan solutif. Dilihat dari hasil survey beberapa media lokal di Bekasi, pasangan ini ternyata berada di urutan kedua. PAN kembali memasang wajah ganteng kadernya di surat suara untuk menarik perhatian pemilih. Publik pun banyak meragukan kapabilitas Lucky Hakim di bidang politik. Namun begitu, pasangan ini patut diwaspadai sebagai underdog karena peluang mereka juga cukup besar untuk bisa memenangi pemilihan ini dengan hanya satu putaran.

Lanjut di nomor urut 4, pasangan terkuat di pemilukada kali ini. Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu, usungan Golkar dan PKS dengan partai pendukung PKB dan Hanura. Popularitas sebagai incumbent jelas dimanfaatkan betul oleh Pepen,-sapaan akrab Rahmat Effendi- untuk menarik massa yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Walikota ini. Sedangkan warga Bekasi juga sudah tahu betul akan sosok Ahmad Syaikhu, yang pernah menjadi anggota DPRD Bekasi dan juga maju pada Pemilukada periode sebelumnya. Mayorita  warga Bekasi yakin pasangan ini akan mendapatkan suara lebih dari 50% di pemilihan nanti berdasarkan polling berbagai versi.

Rahmat Effendi - Ahmad Syaikhu
Tapi, tak semudah yang dikira, warga Bekasi banyak yang kecewa atas kepemimpinan Pepen saat menjabat di periode sebelumnya. Birokrasi yang busuk, sekda yang menggunakan narkoba, belum terwujudnya pendidikan dan kesehatan gratis secara merata, serta kontroversi Pepen saat menghardik salah seorang pemred harian lokal di forum umum, adalah sedikit hal yang membuat banyak masyarakat tidak ikut andil dalam pemilihan kali ini. Ditemani Ahmad Syaikhu dari PKS, Pepen tampak ingin memulai lembaran baru di politik daerah tingkat dua ini dengan citra yang lebih positif. Walaupun program-program yang ditawarkan sebagian adalah program lanjutan periode sebelumnya. Massa Golkar dan PKS yang sangat banyak di Bekasi diyakini menjadi kekuatan uatama mereka untuk memenangi pemilihan ini.

Botak. Adalah satu kata yang teringat ketika melihat poster calon walikota nomor urut 5, Awing Asmawi dan Andi Zabidi. Ya, Awing yang pada pemilihan tahun 2008 terlihat gagah dengan kopiah hitamnya, kali ini berani memamerkan kepala plontos nya untuk dijadikan trademark kampanyenya. Seperti singkatannya, PD, Partai Demokrat kembali percaya diri memajukan anggotanya ke arena pemilihan tanpa dukungan partai manapun. Konsep baru ditawarkan pasangan ini. Kans mereka untuk memenangi pemilihan juga cukup besar, popularitas Partai Demokrat yang menang di Pemilu 2009 dan mendapatkan cukup banyak kursi di DPRD Bekasi menjadi kekuatan tersendiri bagi pasangan ini.
Awing Asmawi - Andi Zabidi

Siapapun yang kita pilih di bilik suara pada 16 Desember 2012 nanti, mereka lah yang akan memimpin dan membawa Bekasi menjadi lebih baik selama lima tahun ke depan. Dan disitulah peran kita sebagai warga negara yang berdemokarasi untuk mewujudkan Bekasi yang lebih baik. Lupakan sejenak hiruk pikuk kampanye hitam atau politik busuk yang terjadi, niatkan bahwa kedatangan kita ke TPS adalah benar-benar positif ingin memberikan perubahan bagi bangsa dan negara.

Bekasi, ayo milih!

Diposting oleh Ahdiar Syaifan

Senin, 05 November 2012


BigBang Alive GALAXY Tour 2012
“Berapa jumlah rombongan ini?” seru seorang Korea berkaos hitam tidak jauh dari saya. “12 orang!” sahut seorang Korea lainnya yang mengenakan kaus yang sama - sesaat setelah menghitung jumlah orang di kelompok kami. “Kalian akan bersama saya nanti, mohon tunggu sebentar,” katanya ramah kepada saya dan 11 orang lainnya.

Pria tadi mengenakan kaus hitam bertuliskan ‘BigBang Alive World Tour’ dan mengenalkan diri dalam bahasa Korea bahwa ia adalah salah satu dari staff YG Entertainment. Suasana Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol malam itu masih sangat ramai. Maklum, 15 menit sebelumnya, BigBang – boyband asal Korea Selatan asuhan YangGoon itu baru saja menyelesaikan rangkain konser 2 hari mereka di Jakarta.

Hari itu, (13/10) atas undangan dari Samsung Indonesia, saya turut hadir menyaksikan pentas –yang menurut saya- paling spektakuler di Indonesia sepanjang 2012. BigBang pun tampil maksimal, hampir 25 lagu dibawakan dengan apik beserta band pengiring. Begitu juga dengan konsep panggung, tata suara, tata lampu, serta pernak-pernik pertunjukkan lainnya.
Suasana di depan booth Samsung GALAXY.

Tidak ada yang membuat saya benar-benar yakin bahwa saya sedang berada di belakang panggung milik salah satu mesin pop Korea, BigBang – sampai saya berpapasan dengan TOP, si rapper berkharisma itu di sebuah lorong saat saya baru keluar dari toilet. TOP tampak berjalan santai ditemani seorang kru setelah ia keluar dari ruangan milik tim produksi konser. Tak lama kemudian ia hilang ditelan eskalator ke arah basement yang disana sudah menunggu beberapa mobil sedan hitam.

“Ayo ikuti saya, kalian sebenarnya memiliki ruang tunggu disini,” kata staff YG yang menemani kami masuk ke area backstage saat turun dari tribun VVIP. Sebelumnya, saya dan rombongan diberikan sebuah gelang berwarna biru dengan 2 lampu kecil yang dapat menyala, serta sebuah ID Card ekslusif. Bersama saya menuju backstage malam itu adalah, Mr. Lee Kang Hyun dari Samsung Indonesia beserta staff dan keluarganya, juga Mr. Kim Young Sun, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia.

BigBang di Jakarta.

Untuk urusan idustri kreatif, Kim Young Sun memang selalu mendukung, baik untuk Korea maupun Indonesia. Beliau selalu menyempatkan diri hadir ke sebuah pertunjukan seni jika diundang. Persis seperti yang dilakukannya pada April lalu - Kim Young Sun menyempatkan diri bertemu dengan Super Junior di belakang panggung. Kali ini beliau ingin sekedar berbincang dengan personil BigBang.

Lounge yang disediakan panitia untuk kami malam itu sangat spesial. Sebuah sofa dan beberapa bangku lengkap dengan kulkas pintu kaca penuh dengan minuman dingin. Di sebelahnya ada sebuah meja yang juga penuh dengan cemilan berbagai jenis dan merk. Soal koneksi internet wireless, saat di area pertunjukan memang sangat menyebalkan. Jangankan untuk sharing di media sosial, berkirim pesan singkat saja tidak bisa. Tapi semua itu berubah total saat kami sudah berada di lounge. Koneksi internet maksimal membuat kami sibuk dengan ponsel masing-masing.

Hampir semua area backstage ini tertata dengan rapi. Lengkap dengan sekuriti di setiap lorong dan pintu. Hanya ruangan milik kru produksi tur saja yang terlihat agak kacau. Maklum, semua properti pertunjukan berada disana dan malam itu mereka memang sedang sibuk-sibuknya mengepak semua barang karena harus kembali ke Seoul esok paginya. Terlihat 5 kapsul milik personil BigBang yang digunakan saat opening sedang dikemas. Begitu juga sepeda lowrider yang digunakan TaeYang, sepeda elektrik yang digunakan G Dragon dan TOP, serta sayap raksasa milik DaeSung saat ia membawakan nomor solonya.
Suasana di dalam lounge Samsung GALAXY.

Di sebelah ruang produksi tur ada ruangan milik dancer laki-laki dan dancer perempuan. Sempat bertemu dengan mereka dan mengambil gambar bersama anak laki-laki Mr. Kim. Tepat di sebelahnya lagi adalah ruangan milik staff YG Entertainment yang pintunya sedang tertutup. Dan paling ujung depan adalah ruangan milik band pengiring dan vokal latar. Tidak beda jauh dengan ruangan kru produksi tur, ruangan mereka juga cukup berantakan. Hanya saja alat musik mereka sudah dikemas dan siap diangkut ke dalam truk container besar yang terparkir di luar gedung tepat di belakang panggung ini.

Saking sibuknya, staff YG yang bertopi tadi sampai tidak sempat mengenalkan dirinya dengan kami. Kali ini dia malah membawa seorang lagi. Yang ternyata adalah salah satu fotografer resmi BigBang. “Mohon maaf, G Dragon, TOP, dan TaeYang sudah kembali ke hotel duluan, mungkin kalian hanya bisa bertemu dengan DaeSung dan SeungRi,” katanya sambil membungkukkan badan. Saya tidak masalah. Hanya sayang saja tidak sempat bertemu mereka semua. Mr. Kim dan Mr. Lee mengangguk setuju tanda tidak masalah. Mungkin mereka juga mengerti dengan kondisi personil BigBang tersebut.

Masih di area belakang panggung, saya pun coba berkeliling. Sampai saya menemukan perempatan ke arah basement, toilet, dan sebuah lorong dengan pintu besar yang dijaga dua sekuriti, dan disitu tergambar tanda panah dan tulisan, “BigBang Dressing Room and Lounge”. Ya, hanya satu ruangan itu saja yang belum saya masuki. Ternyata untuk sampai ke ruangan tersebut, saya harus menyeberang persis belakang panggung dengan barikade dan masuk ke pintu lainnya. Cukup membingungkan.

Di barikade tampak puluhan remaja perempuan berdiri sambil memegang atribut BigBang dan mulai meneriakkan nama personilnya satu persatu. Tampaknya usaha mereka akan sia-sia. Karena dari tempat mereka berdiri, saya masih harus melewati dua lapis pintu lagi dengan ukuran dan sekuriti yang tak kalah besarnya.

Ada satu tata krama dalam budaya Korea untuk menghormati yang lebih tua atau yang memiliki jabatan lebih tinggi, yakni membungkukkan badan sejadi-jadinya bahkan hampir 90 derajat. Begitu juga dalam dunia industri kreatif mereka. Mereka tidak akan segan membungkukkan badannya jika bertemu dengan produser, sutradara, manajer, pemilik agensi atau pihak manapun yang memiliki posisi lebih tinggi dari mereka.
Sepeda lowrider yang dipakai TaeYang di atas panggung.

Dan itulah yang saya alami saat Kang DaeSung bertemu dengan saya di dressing room mereka, begitu tahu saya datang bersama pihak sponsor dan kedutaan. Sontak DaeSung langsung membungkukkan badannya dan mengucapkan halo dalam bahasa formal dengan tingkat paling tinggi. Merasa tak pantas diperlakukan begitu, saya pun balik membungkukkan badan. Sempat terjadi adegan lucu antara kami berdua saat kami sama-sama ingin membungkukkan badan.

“Tidak apa, saya hanya ingin berkeliling sebentar.” kata saya mencoba akrab. DaeSung hanya tersenyum. Kami pun duduk di sebuah sofa tak jauh dari pintu masuk yang dijaga dua orang sekuriti. DaeSung malam itu terlihat santai dengan celana hitam dan kaos abu-abu yang dikenakannya. Tak terlihat sedikitpun garis lelah di wajahnya. Ia masih siap untuk diajak ngobrol dan menjalani sesi meet and greet.

“Bagaimana dengan tur nya?” tanya saya basa-basi. Namun, dari cara menjawab, DaeSung terlihat seolah-olah sedang menunggu perbincangan ini. Sejak kami duduk di sofa, ada sekitar satu menit di mana saya hanya diam masih tidak percaya sedang berada di dressing room milik BigBang. “Ah, tur ini sangat menyenangkan!” jawab DaeSung penuh semangat. Mendengar jawabannya dan senyum di wajahnya, saya coba mengajukan pertanyaan lain.
Kapsul milik TaeYang dan TOP.

“Di lagu ‘Wings’ anda mengenakan sayap besar dan terbang mengenakan sebuah tiang besi tanpa pengaman apapun, apa itu menakutkan?” tanya saya iseng. “Ah, ya. Awalnya dulu menakutkan ketika saya hanya menginjakkan satu kaki di tiang itu. Tapi lama kelamaan setelah saya melakukannya hampir di akhir pekan, semua terasa biasa saja,” tandasnya santai masih dengan senyum mengembang di wajahnya.

Dressing room milik BigBang terlihat paling besar di banding ruangan lainnya di belakang panggung. Sofa, meja dan kulkas yang lebih banyak, juga beberapa partisi dan meja rias dengan puluhan lampu mengelilingi cerminnya. DaeSung masih duduk santai di sebelah saya. Otot lengannya yang besar terlihat jelas dari balik kaos tipisnya saat ia menyilangkan tangan dan menaruhnya di belakang kepalanya. Saat bersalaman tadi, tangannya menggenggam erat tangan saya. Sosoknya mengingatkan saya akan Kim Jong Kook, salah satu penyanyi senior di Korea.

Ternyata selama kami berbincang tadi, ada seorang pria yang sedang mengaitkan kancing kemejanya di depan cermin besar dan membelakangi kami. Pria itu kemudian berbalik dan tampak memanggil salah seorang kru. “Tolong kumpulkan semua boneka itu, masukkan semuanya ke dalam kantong besar dan jadikan satu,” perintahnya tegas. Lalu ia tersenyum dan membungkukkan badan, kami pun bersalaman.
Signborad untuk dressing room BigBang.

Pria itu adalah SeungRi, personil termuda di grup debutan 2006 ini. Ia tampak lebih siap menghadapi sesi meet and greet dengan mengenakan kemaja putih licin, celana khaki, dan sebuah kacamata hitam terselip di kantong kemejanya. Saat konser berlangsung tadi, ribuan remaja perempuan yang berdiri di area festival berteriak sejadi-jadinya jika SeungRi sedang mendekat ke panggung dan memasang pose tampannya. Dan pesona ketampanan miliknya akan semakin jelas terlihat jika anda menatapnya hanya dari jarak 30 sentimeter saja.

“Ya, (tur) ini memang sangat menyenangkan. Walau cukup melelahkan,” jawab SeungRi lancar saat saya mengajukan pertanyaan yang sama untuk DaeSung sebelumnya. Mukanya agak dingin, mungkin dia sedang benar-benar lelah malam itu.  Bagi anda yang saat konser hari kedua lalu melemparkan boneka berbentuk panda ke arah SeungRi, beruntunglah, karena dia benar-benar menyimpannya dengan baik.
Suasana ruangan kru produksi Alive Galaxy Tour.

“Fans selalu melemparkan boneka-boneka itu ke saya, walaupun panitia sudah menyiapkan booth untuk itu,” katanya sambil menunjuk ke arah tumpukan boneka panda berbagai ukuran. Malam itu saja sudah ada 3 kantong besar berisi boneka panda pemberian penggemarnya. “Saya hanya mencoba menghargai penggemar, mereka sudah datang untuk kami. Dan saya akan menyimpannya,” katanya sambil tersenyum.

Belum sempat menanyakan berapa jumlah boneka panda yang sudah ia kumpulkan, tiba-tiba pintu terbuka dan staff YG tadi memanggil kami bertiga untuk segera keluar ruangan. Di luar, Mr. Lee dan Mr. Kim dan keluarga sudah menunggu, DaeSung dan SeungRi pun membungkukkan badan lebih heboh. Mereka berbincang-bincang sebentar, Mr. Kim tampak memberikan semangat untuk BigBang dalam tur mereka yang masih menyisakan beberapa negara lagi.

Akhirnya kami melakukan sesi foto bersama. Saya pun kembali bersalaman dengan SeungRi dan DaeSung. “Terima kasih banyak,” kata DaeSung kepada kami. Kami melambaikan tangan sembari menuju ke arah pintu keluar. DaeSung dan SeungRi masih membungkukkan badan tak sabar ingin segera masuk kembali ke dressing room.

SeungRi dan DaeSung berfoto bersama Mr. Kim Young Sun.
Ah, ucapan G Dragon di panggung tadi bahwa mereka akan kembali lagi tahun depan, pasti sangat di nanti-nantikan oleh semua penggemar BigBang di tanah air. BigBang, you guys rawk!


Terima Kasih kepada Mr. Lee Kang Hyun dari Samsung Indonesia, YG Entertainment, Big Daddy Entertainment dan Live Nation Asia.
Diposting oleh Ahdiar Syaifan